Posted by : Unknown
Rabu, 27 November 2013
RESUME SEMINAR
Dibawakan Oleh : FX. Hadi Rudyatmo / Walikota Solo 2012-2014
Ditulis Oleh : Landhung Budhi Prasetyo || NIM : 672011188
Pada seminar yang dilaksanakan tanggal 25 November 2013 didapatkan beberapa hasil. Dalam seminar itu di bahas beberapa hal, diantaranya apakah politik itu,menjadi pemimpin itu yang bagai mana, sifat sifat pemimpin itu bagai mana, sikap pemimpin itu seperti apa. Kemudian dari beberapa rincian diatas, kita akan ulas satu per satu.
Politik
Menurut beliau dijelaskan dalam seminar lalu, beliau berpandangan bahwa politik merupakan suatu seni dalam menyatukan aspirasi rakyat. Politik yang biasanya di enggani oleh banyak orang dapat dijadikan sesuatu yang di segani.
Lalu bagaimana awal pemimpin yang baik itu? Menurut beliau , menjadi seorang pemimpin yang baik itu adalah pemimpin yang mau menjadi pendengar yang baik. Seorang pemimpin harus bisa melayanisemua kalangan dengan satu kunci yakni “Komunikasi tanpa ada perbedaan”.
Suatu Pluralisme/Kemajemukan/perbedaan harus dipandang sebagai kekayaan yang di berikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Beliau menjelaskan pula bagaimana menyikapi kemajemukan itu. Pedoman untuk menyikapi kemajemukan tersebut antara lain kita harus kembali mengingat dan mengimplementasikan hal hal berikut dalam kehidupan sehari – hari :
- -Pancasila
- -UUD 1945
- -Pancasila
- -Bhinneka Tunggal Ika
Menjadi seorang pemimpin haruslah berkomitmen, harus menjadi seorang pelayan bukan penguasa. Pemimpin di masalalu adalah yang tau cara bicara,sedangkan pemimpin dimasa depan adalah seorang yang tau cara bertanya. Itu lah yang di pesankan oleh sang walikota yang kerap disapa dengan panggilan pak FX ini. Beliau mengatakan ada beberapa sifat pemimpin yang seharusnya dijalankan saat memimpin.
Sifat Pemimpin itu diantaranya :
- Malu jika berbuat maksiat
- Malu jika berbuat skandal
- Malu jika KKN
- Malu tidak bisa memenuhi janji pada rakyat
Rasa malu merupakan sebagian dari iman kita yang akan menjadi tiang penyangga akhlak mulia. Orang yang bisa jadi pemimpin harus punya rasa kebaikan,kemurahan,kesetiaan,kelemahlembutan dan penguasaan diri. Lalu beliau menjelaskan pula sikap dari seorang pemimpin.
Sikap Pemimpin :
- Harus mau mendengar, melihat dan berbuat
- Rela berkorban demi kesejahteraan yang dipimpin
- Konsisten pada tujuan
- Mampu memberi teladan
- Dapat memilah dan memilih
Tahap seorang memjadi pemimpin itu panjang sekali. Dari mulai memimpin dirinya sendiri, dilanjutkan memimpin orang 1 per 1, memimpik 1 kelompok, kemudian memimpin organisasi, memimpin sebuah lembaga, dan masih ada proses panjang lainnya.
Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang mendengar,melihat,menjalankan aspirasi masyarakat yang dipimpinnya.
Beliau juga menambahkan kunci menjadi pemimpin adalah dengan “ 7 Si ”. apasajakah 7 Si itu?
1. KomunikaSi
2. KoordinaSi
3. SoluSi
4. SosialisaSi
5. RealisaSi
6. KorekSi
7. EvaluaSi
Selain itu juga harus membangun budaya budaya berikut :
- Budaya hidup Gotong royong
- Budaya memiliki
- Budaya merawat
- Budaya menjaga
- Budaya mengamankan
Kita punya kemampuan,tinggal bagaimana kemampuan kita membangkitkan kemampuan untuk menjadi seorang pemimpin. Dalam akhir seminarnya beliau memberi pesan :
“Jadilah seperti akar yang gigih mencari air , menembus tanah yang keraas demi sebatang pohon. Ketika pohon sudah menjadi besar,rimbn,semi,kuat, akar tetap akan bersembunyi di tanah”
Maksutnya ketika pemimpin sudah bisa mensejahterakan rakyatnya, membuat kota atau lembaga atau negara atau yang di pimpin nya menjadi lebih baik dari sebelumnya, pemimpin haruslah tidak boleh sombong, harus rendah diri menjaga sikap sebagai pemimpin. Itulah hasil dari seminar yang di bawakan oleh Pak FX, Walikota solo, Kota Batik.
Politik
Menurut beliau dijelaskan dalam seminar lalu, beliau berpandangan bahwa politik merupakan suatu seni dalam menyatukan aspirasi rakyat. Politik yang biasanya di enggani oleh banyak orang dapat dijadikan sesuatu yang di segani.
Lalu bagaimana awal pemimpin yang baik itu? Menurut beliau , menjadi seorang pemimpin yang baik itu adalah pemimpin yang mau menjadi pendengar yang baik. Seorang pemimpin harus bisa melayanisemua kalangan dengan satu kunci yakni “Komunikasi tanpa ada perbedaan”.
Suatu Pluralisme/Kemajemukan/perbedaan harus dipandang sebagai kekayaan yang di berikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Beliau menjelaskan pula bagaimana menyikapi kemajemukan itu. Pedoman untuk menyikapi kemajemukan tersebut antara lain kita harus kembali mengingat dan mengimplementasikan hal hal berikut dalam kehidupan sehari – hari :
- -Pancasila
- -UUD 1945
- -Pancasila
- -Bhinneka Tunggal Ika
Menjadi seorang pemimpin haruslah berkomitmen, harus menjadi seorang pelayan bukan penguasa. Pemimpin di masalalu adalah yang tau cara bicara,sedangkan pemimpin dimasa depan adalah seorang yang tau cara bertanya. Itu lah yang di pesankan oleh sang walikota yang kerap disapa dengan panggilan pak FX ini. Beliau mengatakan ada beberapa sifat pemimpin yang seharusnya dijalankan saat memimpin.
Sifat Pemimpin itu diantaranya :
- Malu jika berbuat maksiat
- Malu jika berbuat skandal
- Malu jika KKN
- Malu tidak bisa memenuhi janji pada rakyat
Rasa malu merupakan sebagian dari iman kita yang akan menjadi tiang penyangga akhlak mulia. Orang yang bisa jadi pemimpin harus punya rasa kebaikan,kemurahan,kesetiaan,kelemahlembutan dan penguasaan diri. Lalu beliau menjelaskan pula sikap dari seorang pemimpin.
Sikap Pemimpin :
- Harus mau mendengar, melihat dan berbuat
- Rela berkorban demi kesejahteraan yang dipimpin
- Konsisten pada tujuan
- Mampu memberi teladan
- Dapat memilah dan memilih
Tahap seorang memjadi pemimpin itu panjang sekali. Dari mulai memimpin dirinya sendiri, dilanjutkan memimpin orang 1 per 1, memimpik 1 kelompok, kemudian memimpin organisasi, memimpin sebuah lembaga, dan masih ada proses panjang lainnya.
Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang mendengar,melihat,menjalankan aspirasi masyarakat yang dipimpinnya.
Beliau juga menambahkan kunci menjadi pemimpin adalah dengan “ 7 Si ”. apasajakah 7 Si itu?
1. KomunikaSi
2. KoordinaSi
3. SoluSi
4. SosialisaSi
5. RealisaSi
6. KorekSi
7. EvaluaSi
Selain itu juga harus membangun budaya budaya berikut :
- Budaya hidup Gotong royong
- Budaya memiliki
- Budaya merawat
- Budaya menjaga
- Budaya mengamankan
Kita punya kemampuan,tinggal bagaimana kemampuan kita membangkitkan kemampuan untuk menjadi seorang pemimpin. Dalam akhir seminarnya beliau memberi pesan :
“Jadilah seperti akar yang gigih mencari air , menembus tanah yang keraas demi sebatang pohon. Ketika pohon sudah menjadi besar,rimbn,semi,kuat, akar tetap akan bersembunyi di tanah”
Maksutnya ketika pemimpin sudah bisa mensejahterakan rakyatnya, membuat kota atau lembaga atau negara atau yang di pimpin nya menjadi lebih baik dari sebelumnya, pemimpin haruslah tidak boleh sombong, harus rendah diri menjaga sikap sebagai pemimpin. Itulah hasil dari seminar yang di bawakan oleh Pak FX, Walikota solo, Kota Batik.
Related Posts :
- Back to Home »
- Tulisan Pribadi »
- Seminar yang dibawakan oleh pak FX. Hadi Rudyatmo sang Walikota Solo di UKSW 25 November 2013
Posting Komentar