Archive for September 2013

Praktikum Sistem Operasi

Kamis, 19 September 2013
Posted by Unknown
UNTUK MATERI DAN LKM PRAKTIKUM SISTEM OPERASI 2013, SILAHKAN DOWNLOAD PADA LINK-LINK DIBAWAH INI. CHECK BLOG DAN UPDATE TERUS MATERINYA AGAR SEWAKTU DI KELAS, PAHAM  MATERI YANG AKAN DIAJARKAN. SIAPA TAHU ADA KUIS DIKELAS. TERIMAKASIH.

Kelas C Rabu 17-19 || Kelas D Kamis11-13 || Kelas I Jumat 13-15


++ Silabus
++ LKM 1
++ LKM 2
++ LKM 3
++MATERI 1 Pengenalan Konsep Dasar Sistem Operasi
++MATERI 2a Struktur Sistem Operasi
++MATERI 2b Perintah Dasar Linuk

++TUGAS 3
++LKM4
++Materi 3a  Manajemen File
++Materi 3b Manajemen Hak Akses
++Materi Management User and Group 1
++Materi Management User and Group2


LKM 5 Prak. SO. Ditulis tangan dikertas folio. .
++lkm 5
++lkm 6
++lkm 7 ++lkm 8

 




Lanjutan Reunian

Selasa, 10 September 2013
Posted by Unknown
Setelah cerita sebelumnya tentang Pengalaman Bersama Rasya dan Sara, nah masih dalam homili Romo Aloys ni kawan, sekarang cerita nya ketika beliau sedang jalan jalan di sebuah negara. 
Ketika sedang asik jalan jalan, Romo Aloys terpaku pandangannya kepada seorang kakek di pinggiran jalan. Kakek itu sedang membawa sebuah kitab suci Al-Quran dan membacanya. Suaranya terdengar merdu dan nyaring. 
Orang - orang yang berjalan hanya berlalu lalang,dan ada pejalan kaki yang malah memberinya uang, di kira "Pengamen atau Pengemis". Romo Aloys pun mendekatinya,dan mengucap salam kepada kakek itu. Katanya "Assalamuallaikum wa rahmatu Allahi wa barakatuhu". Kakek itu terdiam sebentar, dan menatap muka dari romo. Balasnya, "wa alaikum salam wa rahmatullahi wabarakatuhu". Lalu setelah menjawab salam dari romo Aloys, kakek itu menarik dangan romo, dan menyapa nya lagi dengan pelukan yang di berikan nya kepada romo. Sebuah sapaan hangat yang didapatkan dari kakek itu,walau mereka tidak saling mengenal. 
Dari cerita Romo Aloys ini menggambarkan sebuah SAPAAN ringan dapat mempererat tali persaudaraan,walau sebelumnya tidak pernah saling bertemu. Dari sapaan itulah yang akan menjalin sebuah keakraban bagi orang orang yang menjadi pelaku nya. 
Kita sebagai umat beragama di Indonesia di ibaratkan adalah menjadi seorang pelaku. Dengan memberi SAPAAN kepada saudara saudara lain,tanpa memandang keburukan, kelemahan, kejelekan. Sapa lah saudara kita dengan hati. Melalui sapaan yang telah kita berikan,jadikanlah itu sebagai pemersatu,jangan malah menjadi semakin menjatuhkan.
Sapaan terkecil bisa terwujud dari perkataan, tulisan, atau senyuman sekalipun. Perbedaan bukanlah untuk Dipersatukan, namun perbedaan ada untuk saling Mempersatukan. Dengan menghargai,maka perbedaan itu bisa mempersatukan kita.

 Beberapa Foto kegiatan Romo Aloys :


Minggu, 21 Juli 2013, Di Gua Maria Kerep Ambarawa, Reuni Propers (Sebuah kegiatan lintas agama) ditutup dengan misa yang di pimpin oleh Romo Aloys Budi, PR. Dalam homilinya, Romo Aloys  bercerita tentang kisahnya sewaktu di suatu negara dalam pertemuan lintas agama seluruh dunia.
Romo Aloys adalah Romo yang bertugas di dalam Komisi Hubungan Antar Keagamaan Keuskupan Semarang (Komisi HAK KAS). Dalam homilinya beliau menceritakan ketika itu, berkumpulah orang orang yang di tunjuk sebagai perwakilan perwakilan dari berbagai agama di dunia. Diceritakan bahwa pada saat itu, ada seorang perwakilan juga dari Indonesia. Dia berjilbab,namanya Sara.
Ketika Sara mengetahui bahwa Romo Aloys adalah seorang dari Indonesia,maka berucaplah dia dengan suara yang cukup keras, "Romo,apa kabar ...?",begitulah pertanyaannya. Lalu Romo Aloys menjawab, "baik..". Dengan tak merasa canggung, Sara pun menghampiri Romo Aloys. Sewaktu itu dalam pikiran Romo merasa bingung,karena ia menghargai Sara yang mengenakan Jilbab. Mau di ajak berjabat tangan takutnya tidak diterima. Namun rasa cemas itu hilang ketika Sara pertama kali yang mengajak jabat tangan.
Tak ragu Sara bersalaman dengan tangan Romo Aloys. Waktu itu disamping sara ada seorang yang berjilbab juga,namun beda negara. Namanya Rasya. Setelah Romo Aloys berjabat tangan dengan Sara, beliau memberikan tangannya untuk salaman kepada Rasya, namun apa kata Rasya, "Father, We Not Muhreem, Don't touch me please". Seketika Romo Aloys menurunkan tangannya,dan tersenyum. Romo Aloys dengan rendah hati berkata,"Ok,No problem. I'm Aloys from Indonesia". Perempuan itu pun menjawab dengan bahasa yang halus, "I'm Rasya, Father"
Sikap  yang ditunjukan wanita itu sangatlah dihargai oleh Romo Aloys, ketika ia memegang teguh ajaran agamanya,dan disamping itu dia masih mau berinteraksi dengan sesama. Beberapa hari disana,setelah semakin mengenal Rasya, muncullah ke isengan Romo Aloys. Romo melepaskan kalung yang dipakai.
Iya pun mendekati Rasya,dan berkata, " Rasya,would you help me? Please attach this necklace to my neck, I could not set it up yourself " . Dalam hati Romo Aloys pun tertawa kecil,"haha, masak saya tidak bisa memasangnya,kan yang melepas saya sendiri ",begitulah yang ada di hati Romo Aloys. Lalu jawab Rasya,"Ok Father, but I don't touch you, don't move from your position ". Romo Aloys menjawab, " Thanks Rasya, Be Carefull ".
Nah dari situ,terlihatlah sebuah kisah yang menceritakan tentang pendidikan perdamaian. Lalu pendidikan perdamaian nya berada pada bagian yang mana? Menurut saya pribadi, pendidikan perdamaian itu muncul ketika sosok Rasya yang memegang teguh ajaran agamanya mau memasangkan kalung di leher Romo Aloys yang bukan siapa siapa ya,berbeda keyakinan dengan nya, berlawanan jenis dengan nya.
dari kisah itu dapat di petik sebuah makna,yaitu Perdamaian itu akan muncul dari perbedaan perbedaan  yang sudah terbiasa di lakukan, dari perbedaan perbedaan itu akan muncul sebuah keakraban tersendiri walau secara tidak langsung. dalam keakraban itu dengan sendiriya akan muncul suatu perdamaian.
Itu lah sedikit cerita yang saya dapatkan dari Romo Aloys Budi Purnomo, PR. Semoga Bermantaat bagi anda sekalian yang membacanya. Terimakasih
Profil Sumber :
Hari itu merupakan hari diadakannya Camping Pemuda dan Remaja Gereja Kristen Jawa (GKJ) Klasis Purwodadi 2013 yang diadakan di Juwangi (Kecamatan di wilayah Kab. Boyolali yang berbatasan dengan Kecamatan yang berada di Kab. Grobogan),walau sebenarnya kami bukan lah dari GKJ sendiri, kami tergabung dalam OMK(Orang Muda Katolik) Santo Michael. Tapi tidak masalah, pihak panitia inti meminta kami untuk membantu sebagai panitia khususnya di bidang acara,asal kami bisa kami lakukan  yang terbaik.



Acara yang berjalan 4 hari mulai tanggal 26-29 Juni itu menjadikan pesimis bagi kami pada awalnya untuk bisa menyelesaikan kegiatan tersebut dengan baik. Ketika hari pertama sudah usai,sedikit kelegaan bagi kami. ibaratnya satu kaki telah melangkah untuk menggerakan 4 langkah bakiak kayu. Dapat dikatakan lancar pada hari pertama.
Nah di hari yang kedua, berisi kan kegiatan outbond yang begitu padat,sekitar 5 jam untuk outbond. Peserta sangat menikmati outbong itu,yah walau jarak outbond nya tidak bisa dikatakan dekat. hehe. 
Peserta di ajarkan untuk selalu kompak, ada rasa berbagi di dalam kelompok itu,dan keatifitas serta rasa rendah diri. Hari kedua lancar lah, 2 kaki sudah melangkah. 
Di hari yang ketiga, suasana menjadi riang ketika tiap tiap gereja di minta untuk menyajikan suatu hiburan dalam pentas seni. kreatifitas dari tiap gereja di perlukan untuk membuat suasana tidak seperti suara jangkrik, KRIK KRIK KRIK..haha. Dan akhirnya beres juga hari ketiga ini. lancar cetar membahana.


Dan di hari yang ke 4, penutupan acara. Acara di tutup dengan makan nasi tumbeng bersama yang di sediakan dalam wadah yang beralaskan daun pisang secara tradisional. panitia juga di minta untuk bergabung dalam acara tersebut. Ada suatu peraturan yang sangat sangat menarik pada makan kali ini,yaitu peserta dan panitia boleh makan tapi tidak boleh menggunakan alat bantu,baik piring,tempat makan dan sebagainya. harus dengan tangan kosong.
Kekocakan terjadi ketika di minta untuk cepat cepat menghabiskan. Dari situ terlihat, tidak ada rasa jijik atau bagaimana dalam menyantap makanan itu. kebersamaan menjadi kunci kesuksesan dalam acara makan tersebut. sangat luar biasa. Acara terakhir ini menjadikan suatu edukasi atau pembelajaran tersendiri untuk peserta dan panitia bahwa Tuhan mengaruniakan segala sesuatu didalam kita untuk senantiasa dimanfaatkan dengan baik.
Para peserta juga demikian, rasa persaudaraan diantara mereka,semakin di pupuk erat dalam acara ini. Baik di dalam gereja atau pun di luar gereja,semoga mereka bisa mewujudkannya sebagai bekal hidup bersaudara di tengah era globalisasi ini.

Propers

Posted by Unknown

Propers ? Sebuah kata asing bagi saya. “Apa itu” ,merupakan hal yang saya pikirkan ketika di tunjuk untuk mewakili Gereja Katolik Hati Yesus Maha Kudus Purwodadi dalam acara yang di naungi oleh Komisi Hubungan Antar Kepercayaan Keuskupan Semarang itu.

Saya masuk di tahun 2011. Awalnya saya tidak mengerti sebuah makna dialog antar agama, namun seiring waktu dalam komunitas ini,saya mulai belajar tentang pentingnya sebuah dialog keagamaan. Setelah masuk di dalamnya, Saya baru tahu Propers merupakan wadah komunitas yang memfasilitasi perdamaian antar agama agama. Propers menjadikan semua agama sebagai saudara, tanpa pandang bulu dan patut di tiru.
Nah, saya akan menceritakan satu diantara kegiatan Propers ini. Pada pertengahan tahun 2012, dalam pembentukan Propers generasi baru, Diadakan live in di beberapa tempat ibadah, diantaranya Klenteng dan Pesantren di Kopeng. Pada awalnya ada rasa takut diantara kami,yakni kekawatiran apakah penduduk nya mau menerima kami, tapi semua yang kami pikirkan itu sirna seketika saat kami berkunjung kesana.
Para penghuninya sangatlah ramah. Keramahan itu kami jadikan sebuah proses untuk berdinamika antar warganya. Banyak yang kami pelajari,dan mereka juga tak segan belajar dari kami,tentang  tata cara beribadah, adat nya, bagaimana cara berparadigmanya dan masih banyak lagi.
Melalui sebuah komunitas yang positif, pendidikan perdamaian pula dapat ditanamkan. Melalui kegiatan kegiatan lintas agama yang di adakan,yang bertujuan untuk saling berdialog,berkomunikasi antar agama,tukar pikiran atau sharing yang memperkecil adanya gesekan gesekan yang dapat menimbulkan suatu pertikaian. 
Nah itu sedikit cerita mengenai pengalaman yang saya anggap sebagai salah satu pengalaman dalam membangun pendidikan perdamaian. Masih banyak lagi cara untuk mewujudkan suatu perdamaian,baik melalui komunitas atau diluar komunitas.
 

Sekitar bulan april an,lupa tanggalnya , Persekutuan Doa Refresh FTI UKSW mengadakan suatu acara yaitu Live In disebuah desa di Kopeng bernama Cuntel. Awalnya tidak mengira,penasaran dengan desanya yang katanya bagus,dan sejuk. Ku putuskan untuk ikut. Sesampainya disana, kalimat pertama yang terucap adalah, WOW dingin, Cool men. Memang udara sana sangatlah dingin. 1,5 kalinya udara Salatiga. Perhentian kami pertama kali yakni di gerejanya. Kami disambut dengan ramah oleh warganya. Saya pikir yang akan kami huni adalah rumah orang yang 1 kepercayaan sama kai,tetapi tidak,ada yang ber kepercayaan lain. Saya salut untuk itu,mau menerima kami apa adanya tanpa perbedaan,tanpa membedakan asal,ras,agama,suku,adat. Sangat welcome sekali
Saya tinggal di sebuah rumah yang pemiliknya bernama pak Sukiman. Beliau memiliki 3 orang anak,putri semua. Ketika berbincang dengan pak sukiman dan beliau bercerita punya anak putri semua,dalam hati ini berkata "asik banget,beruntunglah saya..haha", namun itu tidak lama ketika beliau bercerita anak pertama nya sudah menikah,anak keduanya meninggal,dan anak ketiganya masih SMP kelas 1. Langsung down lah mental ini.haha
Saya bersama kawan saya tinggal di rumah pak sukiman selama 3 hari. Hari pertama masih "kagok" in indonesian meaning "belum begitu akrab". Hari kedua sudah menyesuaikan, berladang dengan kelluarga baru saya, menanam kentang,menanam daun Kol,unsur Kebersamaan sangat kami rasakan disini. Gotong royong dalam pembagian kerja nya.
Pada hari ketiga pagi, untuk mengurangi rasa dingin, saya dan kawan saya memutuskan untuk menggerakkan badan dengan jalan-jalan. Di sebuah rumah, kami bertemu dengan seorang bapak. Bapak itu banyak bercerita pada kami. Pada pertengahan ceritanya, dia berkata pernah di penjara karena masalah fitnah politik.
Saya pun bertanya kepada bapak itu, tentang bagai mana warga di cuntel ini. Dia menjawab dengan bahasa jawa, wong kene iki apik mas, akur siji lan liyane. wong kene ora mandang agama opo sing di anut lan soko endi asale. Prinsip e, kowe lan aku bedo mung ono nang toto coro ne ngibadah e, sakliyane kui ,podo kabeh. kerjo yo kerjo,mangan yo mangan,urip yo podo urip. Arti dalam bahasa Indonesianya : Orang sini itu bagus mas, akrab dan bersahaja satu sama lainnya. orang sini tidak memandang agama apa yang mereka anut dan dari mana asalnya. Prinsip orang cuntel adalah Kamu dan Saya hanya beda pada cara beribadahnya,namun selain itu kita sama, sama sama kerja,sama sama makan,sama sama hidup.
Bagi saya kata-kata itu memiliki filosofi yang tinggi melihat di negara ini banyak terjadi permusuhan, pertikaian baik melatarbelakangkan suku agama ras dan adat. jikalau semua orang menggunakan prinsip ini, saya kira negara ini akan tambah damai,bersahabat,tidak ada perbedaan yang berarti antar warganya.
Anak,merupakan sebuah titipan dari Tuhan. Kata kata itu sering sekali kita dengar. nah sekarang saya mau sharing,mengenai anak juga, dalam hal ini pendampingan iman anak di gereja saya. Kerap kami yang menjadi pemuda,memberikan suatu pendidikan untuk adik adik kecil gereja kami, melalui sekolah minggu atau yang disebut bina iman anak atau pendampingan iman anak. itu sama semua.




suatu hari, diadakanlah suatu permainan kelompok. eh lucu lucu mereka. ada beberapa anak yang tidak mau di pisahkan menjadi kelompok lain. maunya jadi satu terus. haha. dengan susah payah dan sedikit bujukan akhirnya berhasil juga.
eh, namanya juga anak anak, masih aja rewel. ada juga yang lagi berantem gara gara berebut mainan. "ini punyaku","ini punyaku", saling rebutan,salah satu nya nanti nangis. haha. fenomena unik di dunia anak anak. dan hebatnya 5 menit kemudian akur lagi.
jika di amati benar-benar, mulai dari sifat anak kecil yang menganggap apa saja sebagai miliknya,sampai berantem 5 menit terus kembali damai lagi , bisa menjadi bahan pengajaran untuk yang dewasa pula. mengapa harus ada pertikaian jika perdamaian itu bisa diwujudkan.bukan begitu...
jadi, jika ada orang berfikir belajar itu ketika usia nya sudah usia sekolah,itu salah. mulai kecil pun bisa belajar,dan orang dewasa pun bisa mengambil pengalaman - pengalaman lucu di luar pemikiran kita sehari-hari dari anak anak itu.
belajar dari anak anak bukan berarti harus memiliki sikap kekanak kanakan.
thanks telah mampir untuk membaca
Hari ini setelah mengikuti misa pagi di gereja,sungguh kurasakan sebuah pengalaman iman yang baru. ketika pulang gereja,seorang laki laki lengkap menggunakan seragam kerja bersama anak dengan menggunakan sreagam SD dan istrinya dengan menggunakan pakaian rapi dengan langkah perlahan pasti maju ke bangku paling depan gereja dekat patung keluarga kudus.

Keluarga kecil itu kemudian membuka sebuah Puji Syukur,dan mengambil sikap doa. Diawali dari sang ayah membuat tanda salib diikuti anak dan sang istri. Jalu mereka dengan khusyuk berdoa dihadapan patung keluarga kudus.

Terlihat jelas dari keluarga kecil ini,mereka menyempatkan diri untuk berdoa bersama keluarganya sebelum melaksanakan kegiatan aatu aktivitas pagi mereka. Mereka menyempatkan  diri bersama sama untuk mengunjungi rumah Tuhan dan berkomunikasi dengan Tuhan melalui sebuah keluarga. Sangat jarang di Temui hal yang seperti ini sekarang ini.

Keluarga ini patut menjadi contoh keluarga keluarga lain di pagi mereka. Nah saat melihat keluarga ini,saya teringat homili Romo saya, yang mengatakan kurang lebih seperti ini " Iman dari anak terlihat dari orang tua nya. Jika ibu sering pergi dan berdoa kegereja,maka iman anak itu akan tumbuh sekitar 20-30 % dalam hidup akan Taat kepada Tuhan. Jika seorang ayah rajin  pergi dan berdoa kegereja,maka iman anak menjadi 50 % akan Taat kepada Tuhan. Jika kedua dua nya sering mengajak anaknya untuk rajin pergi kegereja dan berdoa bersama,pertumbuhan iman anak menjadi 70 % akan Taat kepada Tuhan ". Sungguh keluarga sangat berperan bagi pertumbuhan iman anak pada umumnya. Lalu sisanya yang 30 % kemana untuk taat 100 % ? menurut saya itu  dipengaruhi juga dari faktor lingkungan pergaulannya.

Anak akan menemukan sendiri arti iman tersebut melalui kegiatan yang dilakukan nya sehari hari. Maka bagi orang tua keluarga kecil, ajarkanlah anak untuk rajin kegereja,tidak hanya menyuruh, tapi bersama samalah memuji dan memuliakan nama Tuhan. Pengalaman iman yang menarik untuk Pagi ini. Terimakasih Tuhan atas Berkat Kehidupan di hari ini. Berkah Dalem

Selayang Pandang

Kamis, 05 September 2013
Posted by Unknown
Awalnya Blog ini di gunakan untuk kepentingan pribadi, tapi akhir akhir ini di tambah fungsinya sebagai tempat share materi perkuliahan. Jadi sekarang fungsinya campur campur dah. Tapi gak papa,walau campr campur namun tidak melenceng dari tujuan awalnya, untuk sharing....

Selamat menikmati isi nya kawan kawan..... Have Nice Day...............

MATERI DDP Prof Eko Sediyono 2011

Selasa, 03 September 2013
Posted by Unknown
Tag :
* Logika pada Pemrograman (Materi 1 & 2)
* Prosedur dan Prosedur Dengan Berparameter (Materi 3 & 4)
* Names and Environment (Materi 5)
* Repetition,Perulangan,Looping ( Materi 6 )
* Pembuktian dengan Induksi (Materi 7)

- SISTEM OPERASI 2012  ALL  >> KLIK

- SISTEM OPERASI 2013

Kelas C hari Rabu, 17 - 19

* Materi 1
* Materi 2
* Materi 3
* Materi 4
* Materi 5
* Materi 6
* Materi 7

Kelas D hari Kamis, 11 - 13

* Materi 1
* Materi 2
* Materi 3
* Materi 4
* Materi 5
* Materi 6
* Materi 7


Kelas I hari Jumat, 13 - 15

* Materi 1
* Materi 2
* Materi 3
* Materi 4
* Materi 5
* Materi 6
* Materi 7
Welcome to My Blog

Translate

Kalender Liturgi

postingan Terpopuler

energy

©Landhung Budhi Prasetyo, S.Kom™. Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © LANDHUNG BUDHI PRASETYO -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -