Posted by : Unknown Selasa, 10 September 2013

Hari itu merupakan hari diadakannya Camping Pemuda dan Remaja Gereja Kristen Jawa (GKJ) Klasis Purwodadi 2013 yang diadakan di Juwangi (Kecamatan di wilayah Kab. Boyolali yang berbatasan dengan Kecamatan yang berada di Kab. Grobogan),walau sebenarnya kami bukan lah dari GKJ sendiri, kami tergabung dalam OMK(Orang Muda Katolik) Santo Michael. Tapi tidak masalah, pihak panitia inti meminta kami untuk membantu sebagai panitia khususnya di bidang acara,asal kami bisa kami lakukan  yang terbaik.



Acara yang berjalan 4 hari mulai tanggal 26-29 Juni itu menjadikan pesimis bagi kami pada awalnya untuk bisa menyelesaikan kegiatan tersebut dengan baik. Ketika hari pertama sudah usai,sedikit kelegaan bagi kami. ibaratnya satu kaki telah melangkah untuk menggerakan 4 langkah bakiak kayu. Dapat dikatakan lancar pada hari pertama.
Nah di hari yang kedua, berisi kan kegiatan outbond yang begitu padat,sekitar 5 jam untuk outbond. Peserta sangat menikmati outbong itu,yah walau jarak outbond nya tidak bisa dikatakan dekat. hehe. 
Peserta di ajarkan untuk selalu kompak, ada rasa berbagi di dalam kelompok itu,dan keatifitas serta rasa rendah diri. Hari kedua lancar lah, 2 kaki sudah melangkah. 
Di hari yang ketiga, suasana menjadi riang ketika tiap tiap gereja di minta untuk menyajikan suatu hiburan dalam pentas seni. kreatifitas dari tiap gereja di perlukan untuk membuat suasana tidak seperti suara jangkrik, KRIK KRIK KRIK..haha. Dan akhirnya beres juga hari ketiga ini. lancar cetar membahana.


Dan di hari yang ke 4, penutupan acara. Acara di tutup dengan makan nasi tumbeng bersama yang di sediakan dalam wadah yang beralaskan daun pisang secara tradisional. panitia juga di minta untuk bergabung dalam acara tersebut. Ada suatu peraturan yang sangat sangat menarik pada makan kali ini,yaitu peserta dan panitia boleh makan tapi tidak boleh menggunakan alat bantu,baik piring,tempat makan dan sebagainya. harus dengan tangan kosong.
Kekocakan terjadi ketika di minta untuk cepat cepat menghabiskan. Dari situ terlihat, tidak ada rasa jijik atau bagaimana dalam menyantap makanan itu. kebersamaan menjadi kunci kesuksesan dalam acara makan tersebut. sangat luar biasa. Acara terakhir ini menjadikan suatu edukasi atau pembelajaran tersendiri untuk peserta dan panitia bahwa Tuhan mengaruniakan segala sesuatu didalam kita untuk senantiasa dimanfaatkan dengan baik.
Para peserta juga demikian, rasa persaudaraan diantara mereka,semakin di pupuk erat dalam acara ini. Baik di dalam gereja atau pun di luar gereja,semoga mereka bisa mewujudkannya sebagai bekal hidup bersaudara di tengah era globalisasi ini.

Welcome to My Blog

Translate

Kalender Liturgi

postingan Terpopuler

energy

©Landhung Budhi Prasetyo, S.Kom™. Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © LANDHUNG BUDHI PRASETYO -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -