Posted by : Unknown
Selasa, 10 September 2013
Propers ? Sebuah kata asing bagi
saya. “Apa itu” ,merupakan hal yang saya pikirkan ketika di tunjuk untuk
mewakili Gereja Katolik Hati Yesus Maha Kudus Purwodadi dalam acara yang di
naungi oleh Komisi Hubungan Antar Kepercayaan Keuskupan Semarang itu.
Saya masuk di tahun 2011. Awalnya
saya tidak mengerti sebuah makna dialog antar agama, namun seiring waktu dalam
komunitas ini,saya mulai belajar tentang pentingnya sebuah dialog keagamaan.
Setelah masuk di dalamnya, Saya baru tahu Propers merupakan wadah komunitas yang
memfasilitasi perdamaian antar agama agama. Propers menjadikan semua agama
sebagai saudara, tanpa pandang bulu dan patut di tiru.
Nah, saya akan menceritakan satu
diantara kegiatan Propers ini. Pada pertengahan tahun 2012, dalam pembentukan
Propers generasi baru, Diadakan live in di beberapa tempat ibadah, diantaranya
Klenteng dan Pesantren di Kopeng. Pada awalnya ada rasa takut diantara
kami,yakni kekawatiran apakah penduduk nya mau menerima kami, tapi semua yang
kami pikirkan itu sirna seketika saat kami berkunjung kesana.
Para penghuninya sangatlah ramah.
Keramahan itu kami jadikan sebuah proses untuk berdinamika antar warganya.
Banyak yang kami pelajari,dan mereka juga tak segan belajar dari
kami,tentang tata cara beribadah, adat
nya, bagaimana cara berparadigmanya dan masih banyak lagi.
Melalui sebuah komunitas yang
positif, pendidikan perdamaian pula dapat ditanamkan. Melalui kegiatan kegiatan
lintas agama yang di adakan,yang bertujuan untuk saling berdialog,berkomunikasi
antar agama,tukar pikiran atau sharing yang memperkecil adanya gesekan gesekan
yang dapat menimbulkan suatu pertikaian.
Nah itu sedikit cerita mengenai
pengalaman yang saya anggap sebagai salah satu pengalaman dalam membangun
pendidikan perdamaian. Masih banyak lagi cara untuk mewujudkan suatu
perdamaian,baik melalui komunitas atau diluar komunitas.
Posting Komentar