Posted by : Unknown
Selasa, 10 September 2013
Setelah cerita sebelumnya tentang Pengalaman Bersama Rasya dan Sara, nah masih dalam homili Romo Aloys ni kawan, sekarang cerita nya ketika beliau sedang jalan jalan di sebuah negara.
Ketika sedang asik jalan jalan, Romo Aloys terpaku pandangannya kepada
seorang kakek di pinggiran jalan. Kakek itu sedang membawa sebuah kitab
suci Al-Quran dan membacanya. Suaranya terdengar merdu dan nyaring.
Orang - orang yang berjalan hanya berlalu lalang,dan ada pejalan kaki
yang malah memberinya uang, di kira "Pengamen atau Pengemis". Romo Aloys pun mendekatinya,dan mengucap salam kepada kakek itu. Katanya "Assalamuallaikum wa rahmatu Allahi wa barakatuhu". Kakek itu terdiam sebentar, dan menatap muka dari romo. Balasnya, "wa alaikum salam wa rahmatullahi wabarakatuhu".
Lalu setelah menjawab salam dari romo Aloys, kakek itu menarik dangan
romo, dan menyapa nya lagi dengan pelukan yang di berikan nya kepada
romo. Sebuah sapaan hangat yang didapatkan dari kakek itu,walau mereka
tidak saling mengenal.
Dari cerita Romo Aloys
ini menggambarkan sebuah SAPAAN ringan dapat mempererat tali
persaudaraan,walau sebelumnya tidak pernah saling bertemu. Dari sapaan
itulah yang akan menjalin sebuah keakraban bagi orang orang yang menjadi
pelaku nya.
Kita sebagai umat beragama di Indonesia di ibaratkan adalah menjadi
seorang pelaku. Dengan memberi SAPAAN kepada saudara saudara lain,tanpa
memandang keburukan, kelemahan, kejelekan. Sapa lah saudara kita dengan
hati. Melalui sapaan yang telah kita berikan,jadikanlah itu sebagai
pemersatu,jangan malah menjadi semakin menjatuhkan.
Sapaan terkecil bisa terwujud dari perkataan, tulisan, atau senyuman
sekalipun. Perbedaan bukanlah untuk Dipersatukan, namun perbedaan ada
untuk saling Mempersatukan. Dengan menghargai,maka perbedaan itu bisa
mempersatukan kita.
Beberapa Foto kegiatan Romo Aloys :
Beberapa Foto kegiatan Romo Aloys :


Posting Komentar