Posted by : Unknown
Selasa, 10 September 2013
Minggu, 21 Juli 2013, Di Gua Maria Kerep Ambarawa, Reuni Propers (Sebuah
kegiatan lintas agama) ditutup dengan misa yang di pimpin oleh Romo Aloys Budi, PR. Dalam homilinya, Romo Aloys bercerita tentang kisahnya sewaktu di suatu negara dalam pertemuan lintas agama seluruh dunia.
Romo Aloys
adalah Romo yang bertugas di dalam Komisi Hubungan Antar Keagamaan
Keuskupan Semarang (Komisi HAK KAS). Dalam homilinya beliau menceritakan
ketika itu, berkumpulah orang orang yang di tunjuk sebagai perwakilan
perwakilan dari berbagai agama di dunia. Diceritakan bahwa pada saat
itu, ada seorang perwakilan juga dari Indonesia. Dia berjilbab,namanya
Sara.
Ketika Sara mengetahui bahwa Romo Aloys
adalah seorang dari Indonesia,maka berucaplah dia dengan suara yang
cukup keras, "Romo,apa kabar ...?",begitulah pertanyaannya. Lalu Romo Aloys menjawab, "baik..". Dengan tak merasa canggung, Sara pun menghampiri Romo Aloys.
Sewaktu itu dalam pikiran Romo merasa bingung,karena ia menghargai Sara
yang mengenakan Jilbab. Mau di ajak berjabat tangan takutnya tidak
diterima. Namun rasa cemas itu hilang ketika Sara pertama kali yang
mengajak jabat tangan.
Tak ragu Sara bersalaman dengan tangan Romo Aloys. Waktu itu disamping sara ada seorang yang berjilbab juga,namun beda negara. Namanya Rasya. Setelah Romo Aloys
berjabat tangan dengan Sara, beliau memberikan tangannya untuk salaman
kepada Rasya, namun apa kata Rasya, "Father, We Not Muhreem, Don't touch
me please". Seketika Romo Aloys menurunkan tangannya,dan tersenyum. Romo Aloys dengan rendah hati berkata,"Ok,No problem. I'm Aloys from Indonesia". Perempuan itu pun menjawab dengan bahasa yang halus, "I'm Rasya, Father"
Sikap yang ditunjukan wanita itu sangatlah dihargai oleh Romo Aloys,
ketika ia memegang teguh ajaran agamanya,dan disamping itu dia masih
mau berinteraksi dengan sesama. Beberapa hari disana,setelah semakin
mengenal Rasya, muncullah ke isengan Romo Aloys. Romo melepaskan kalung yang dipakai.
Iya pun mendekati Rasya,dan berkata, " Rasya,would you help me? Please attach this necklace to my neck, I could not set it up yourself " . Dalam hati Romo Aloys pun tertawa kecil,"haha, masak saya tidak bisa memasangnya,kan yang melepas saya sendiri ",begitulah yang ada di hati Romo Aloys. Lalu jawab Rasya,"Ok Father, but I don't touch you, don't move from your position ". Romo Aloys menjawab, " Thanks Rasya, Be Carefull ".
Nah dari situ,terlihatlah sebuah kisah yang menceritakan tentang
pendidikan perdamaian. Lalu pendidikan perdamaian nya berada pada bagian
yang mana? Menurut saya pribadi, pendidikan perdamaian itu muncul
ketika sosok Rasya yang memegang teguh ajaran agamanya mau memasangkan
kalung di leher Romo Aloys yang bukan siapa siapa ya,berbeda keyakinan dengan nya, berlawanan jenis dengan nya.
dari kisah itu dapat di petik sebuah makna,yaitu Perdamaian itu akan
muncul dari perbedaan perbedaan yang sudah terbiasa di lakukan, dari
perbedaan perbedaan itu akan muncul sebuah keakraban tersendiri walau
secara tidak langsung. dalam keakraban itu dengan sendiriya akan muncul
suatu perdamaian.
Itu lah sedikit cerita yang saya dapatkan dari Romo Aloys Budi Purnomo, PR. Semoga Bermantaat bagi anda sekalian yang membacanya. Terimakasih
Profil Sumber :

Posting Komentar