Posted by : Unknown
Selasa, 10 September 2013
Sekitar bulan april an,lupa tanggalnya , Persekutuan Doa Refresh FTI
UKSW mengadakan suatu acara yaitu Live In disebuah desa di Kopeng
bernama Cuntel. Awalnya tidak mengira,penasaran dengan desanya yang
katanya bagus,dan sejuk. Ku putuskan untuk ikut. Sesampainya disana,
kalimat pertama yang terucap adalah, WOW dingin, Cool men. Memang udara
sana sangatlah dingin. 1,5 kalinya udara Salatiga. Perhentian kami
pertama kali yakni di gerejanya. Kami disambut dengan ramah oleh
warganya. Saya pikir yang akan kami huni adalah rumah orang yang 1
kepercayaan sama kai,tetapi tidak,ada yang ber kepercayaan lain. Saya salut untuk itu,mau menerima kami apa adanya tanpa perbedaan,tanpa membedakan asal,ras,agama,suku,adat. Sangat welcome sekali
Saya tinggal di sebuah rumah yang pemiliknya bernama pak Sukiman. Beliau
memiliki 3 orang anak,putri semua. Ketika berbincang dengan pak sukiman
dan beliau bercerita punya anak putri semua,dalam hati ini berkata
"asik banget,beruntunglah saya..haha", namun itu tidak lama ketika
beliau bercerita anak pertama nya sudah menikah,anak keduanya
meninggal,dan anak ketiganya masih SMP kelas 1. Langsung down lah mental
ini.haha
Saya bersama kawan saya tinggal di rumah pak sukiman selama 3 hari. Hari
pertama masih "kagok" in indonesian meaning "belum begitu akrab". Hari
kedua sudah menyesuaikan, berladang dengan kelluarga baru saya, menanam
kentang,menanam daun Kol,unsur Kebersamaan sangat kami rasakan disini. Gotong royong dalam pembagian kerja nya.
Pada hari ketiga pagi, untuk mengurangi rasa dingin, saya dan kawan saya
memutuskan untuk menggerakkan badan dengan jalan-jalan. Di sebuah
rumah, kami bertemu dengan seorang bapak. Bapak itu banyak bercerita
pada kami. Pada pertengahan ceritanya, dia berkata pernah di penjara
karena masalah fitnah politik.
Saya pun bertanya kepada bapak itu, tentang bagai mana warga di cuntel ini. Dia menjawab dengan bahasa jawa, wong
kene iki apik mas, akur siji lan liyane. wong kene ora mandang agama
opo sing di anut lan soko endi asale. Prinsip e, kowe lan aku bedo mung
ono nang toto coro ne ngibadah e, sakliyane kui ,podo kabeh. kerjo yo
kerjo,mangan yo mangan,urip yo podo urip. Arti dalam bahasa Indonesianya : Orang
sini itu bagus mas, akrab dan bersahaja satu sama lainnya. orang sini
tidak memandang agama apa yang mereka anut dan dari mana asalnya.
Prinsip orang cuntel adalah Kamu dan Saya hanya beda pada cara
beribadahnya,namun selain itu kita sama, sama sama kerja,sama sama
makan,sama sama hidup.
Bagi saya kata-kata itu memiliki filosofi yang tinggi melihat di negara
ini banyak terjadi permusuhan, pertikaian baik melatarbelakangkan suku
agama ras dan adat. jikalau semua orang menggunakan prinsip ini, saya
kira negara ini akan tambah damai,bersahabat,tidak ada perbedaan yang
berarti antar warganya.

Posting Komentar